Rumah 3 lantai dengan view Gunung Pancar di bagian rooftop-nya. Berawal dari rumah 1 lantai di atas lahan seluas 180 M2, pemilik rumah menginginkan rumah 3 lantai bergaya villa/guest house. Setelah desain dan biaya disepakati, pembangunan dimulai dengan proses perijinan, pembuatan 9 titik pondasi baru untuk memperkuat struktur rumah 3 lantai, dilanjutkan dengan pembuatan struktur rangka besi, pengecoran dak dan tangga.
Sistem drainase, instalasi saluran air dan listrik dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan konstruksi, sehingga semua tertanam rapi, tidak terlihat di dalam ruangan. Kusen, pintu dan jendela yang berbahan kayu diganti dengan bahan aluminium, desain lebih modern dan dominan menggunakan kaca.Railing/pagar dibuat sepanjang tangga dan sekeliling lantai 3/rooftop., menggunakan bahan besi hollow yang kuat dan tahan lama. Tahap terakhir adalah pemasangan plafon gypsum dan pemasangan keramik serta peralatan kamar mandi, serta pengecatan dinging luar maupun dalam.
Pekerjaan ini melibatkan banyak tukang dengan berbagai keahlian, mulai dari tukang batu, tukang konstruksi, tukang kusen aluminium tukang keramik, tukang plafon, tukang instalasi listrik, tukang instalasi air, hingga tukang cat. Total waktu pengerjaan kurang lebih 3 bulan sampai dengan finishing.
Pemilik rumah di kawasan modern Jakarta Garden City ini menginginkan ada kanopi di area carport dengan desain modern dan rapi. Selain itu juga memindahkan area dapur dari ruang tengah ke belakang, namun sempit karena berdampingan dengan area cuci. Tim ARKYTEC mengusulkan untuk membuat area cuci baru di lantai atas, menggunakan tangga yang sudah ada. Setelah desain dan biaya disepakati, selanjutnya dilakukan proses perijinan dan pekerjaan dimulai.
Tahap awal adalah pembuatan kanopi menggunakan tiang dan rangka besi hollow di =cat warna hitam, atapAlderon double-layer. Agar lebih rapi dan terlihat lebih elegan, ditambahkan plafon PVC dengan 2 lampu tanam. Saluran air menggunakan talang dan pipa PVC, dipasang sedemikian rupa sehingga keseluruhan terlihat rapi, modern dan elegan, berbeda dengan kanopi2 di sekitarnya.
Selanjutnya pekerjaan di area belakang, diawali dengan pembuatan 3 titik pondasi dan rangka besi serta pengecoran dak untuk area cuci di lantai atas. Sesuai peraturan developer, dinding tambahan harus transparan, maka dibuat rangka-rangka besi hollow dengan dinding menggunakan material akrilik agar lebih hemat biaya. Bagian atap area cuci menggunakan atap transparan untuk area jemur dan atap solid untuk area mesin cuci dan setrika. Lantai dibuat void sehingga ada sirkulasi udara ke area bawah Lantai menggunakan keramik kasar sehingga tidak licin.
Tahap terakhir adalah pengerjaan area dapur, diawali dengan pembongkaran bak dapur dan sink-nya, dilanjutkan pembuatan kitchen-set dengan desain modern elegan menggunakan material PVC. Ada 2 area kitchen set, kitchen set kering di ruang tengah dan kitchen set utk cuci piring di area belakang. Selain itu ada juga pekerjaan tambahan membuat lemari di bawah tangga.
Awalnya pemilik rumah hanya menginginkan perbaikan rumah kontrakannya saja, namun tim ARKYTEC mengusulkan untuk dijadikan rumah kost dan pemilik setuju. Rumah kontrakan yang sebelumnya dengan 4 kamar, akhirnya diganti menjadi rumah kost dengan 11 kamar. Secara hitungan ekonomi jadi lebih menguntungkan. Setelah desain dan biaya disepakati, maka dilakukan proses perijinan dan pekerjaan dimulai.
Tahap awal adalah pembongkaran dan penggantian atap yang sudah banyak bocor dan rangka kayu yang sudah banyak keropos. Selanjutnya pembuatan dinding pintu dan jendela untuk kamar-kamar baru, perbaikan tangga, pemasangan plafon dan keramik. Instalasi saluran air dan listrik juga dibuat lebih sesuai dengan kebutuhan para penghuni kost.
Agar penampilan rumah lebih menarik, aman dan nyaman, bagian depan dibuat dinding dengan lubang-lubang angin sehingga sirkulasi udara leluasa masuk ke teras tempat parkir motor dan ke dalam rumah. Lantai atas juga dibuat lebih menarik dan ditambahkan area jemur pakaian. Teras dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk akses motor dan aman karena tertutup dengan dinding berlubang.
Unit apartemen ini aslinya tipe 2 Bedroom dengan luas 33 M2, sehingga cukup sempit dan aksesnya terbatas. Pemilik menghendaki ruangan lebih leluasa, karena suka berkumpul bersama saudara atau teman-teman. Tim ARKYTEC mengusulkan untuk dijadikan 1 ruangan besar, dengan membongkar semua partisinya, dan membuat ruang tidur gaya mezzanine (setengah lantai di atas). Selain itu memindahkan area dapur dan cuci piring ke balkon, sehingga ruangan lebih leluasa. Pemilik setuju desain dan biayanya, selanjutnya proses perijinan dilakukan sebagai syarat dari pengelola apartemen.
Pekerjaan pertama adalah membongkar semua partisi ruangan, kemudian membongkar sink cuci piring, menutup kran dan saluran air cuci piring. AC yang tadinya ada di area balkon bagian bawah, dipindahkan ke atas jendela, sehingga balkon lebih leluasa menjadi area dapur. Selanjutnya pekerjaan kayu untuk membuat lantai mezzanine dan tangga, serta lemari-lemari penyimpanan. Area tidur pemilik ada di mezzanine, sedangkan untuk area berkumpul, ada 3 sofabed yang bisa untuk tidur 7-8 orang. Di dekat jendela dibuat meja panjang seperti kafe yang bisa untuk duduk 3 orang. Di bawah mezzanine ada meja makan 4 kursi dan area TV yang bisa dilihat dari seluruh ruangan.
Jadi secara keseluruhan unit apartemen ini bisa dipakai menginap hingga 8-10 orang dengan nyaman. Pekerjaan ini dilakukan oleh tukang kayu, tukang instalasi listrik, air dan AC, kurang lebih selama 14 hari.